Sunday, September 24, 2017

Uraian pengertian kata Rojab Lengkap

Uraian pengertian kata Rojab Lengkap, Menyimak Kata Rajab atau rojab atau rejeb (jawa). salah satu bulan hijriyah yang patut kita ketahui apa itu arti dari ROJAB serta apa saja keistimewaan bulan rajab tersebut? berikut ulasannya:

Pengertian kata Rojab

Dikatakan, bahwa dalam kata "Rajab" terdapat tiga buah huruf. Ra' menunjukkan rahmat Allah, Jim menunjukkan jaram (dosa) hamba dan Ba' menunjukkan barakah Allah swt. Seakan-akan Allah Swt. berfirman: "Hai hamba-Ku, Aku jadikan dosa dan kesalahanmu berada di antara rahmat dan kebajikan-Ku. Maka tidak ada lagi dosa atau kesalahan bagimu, berkat kehormatan bulan Rajab. (majalisul anwar)


Nama Lain Bulan Rajab

Ada yang menerangkan, setelah bulan Rajab berlalu, dia naik ke langit. Allah swt. berfirman: "Hai bulan-Ku, apakah mereka mencintaimu dan mengagungkanmu?" Bulan Rajab diam dan tidak berkata sepatah kata pun, sehingga ditanya sampai dua kali, dan ke tiga kali. Kemudian dia menjawab "Ya Tuhanku, Engkau Tuhan yang menutup cela. Engkau perintahkan makhluk-Mu agar menyembunyikan cela cela orang lain. Rasul-Mu memberikan nama kepadaku 'Asham (yang tuli), karena aku hanya mendengar taat mereka dan tidak mendengar maksiat mereka." Karena itu, bulan Rajab disebut Al-Asham. Kemudian Allah swt berfirman "Engkau adalah bulan-Ku yang cacat lagi tuli, sedang hamba-hamba-Ku pun cacat. Aku menerima mereka dalam keadaan cacat karena kehormatanmu, sebagaimana Aku menerimamu walaupun engkau cacat. Aku mengampuni mereka walaupun dengan sekali penyesalan di dalammu dan Aku tidak mencatat perbuatan maksiat mereka di dalammu. (Al-a'rojiyyah).

Diterangkan pula, bulan Rajab dinamakan Asham, karena para malaikat pencatat amal yang mulia selalu menulis kebaikan maupun kejahatan di dalam semua bulan, tetapi dalam bulan Rajab ini mereka hanya menulis kebaikan dan tidak menulis kejahatan, karena tidak pernah mendengar kejahatan di dalam bulan ini yang dapat ditulis. Dalam Hadis Nabi Saw. disebutkan:

"Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah, bulan sya'ban adalah bulanku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku"

Abu Muhammad Al-Khalal meriwayatkan tentang keutamaan-keutamaan bulan Rajab, dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : " Puasa pada hari pertama bulan rajab dapat menghapus dosa selama tiga tahun. hari keduadapat menghaous dosadua tahun, hari ketiga dapat menghapus dosa satu tahun, Kemudian di setiap hari setelah itu menjadi kifaratselama satu tahun"(Al-jami' As-shoghir)

Abu hurairah ra berkata : "Sesungguhnya nabi Muhammad Saw. tidak berpuasa setelah Ramadhan, kecuali Rajab dan Sya'ban"

Nabi Saw Bersabda yang artinya:
"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah sungai yang disebut Rajab, lebih putih daripada susu, dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dari air sungai itu." (H.R imam bukhori dan imam muslim)

Disebut Rajab, karena bangsa Arab telah memuliakannya dan mengagungkan bulan tersebut. Bukti bahwa orang Arab memuliakannya adalah bahwa para juru kunci Ka'bah selalu membuka pintu Ka'bah selama pada bulan Rajab. Sedang dalam bulan-bulan yang lain, mereka hanya membukanya pada hari Senin dan Kamis. Mereka berkata: "Bulan ini adalah bulan Allah, rumah ini juga rumah Allah dan hamba adalah juga hamba Allah. Karena itu, janganlah menghalangi hamba Allah masuk rumah Allah dan bulan Allah." (Al a'riyyah) Terjemah Durrotun nasihin hlm 149.

Saturday, September 23, 2017

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya

Keutamaan Bulan Rajab, Baiklah pemirsa yang bidiman akan kami lanjutkan untuk menulis terjemahan kitab durrotun nasihin dan sekarang sudah sampai pada bab Keutamaan Bulan Rajab, Puasa bulan rojab dan hadis nabi tetang keutamaan bulan rojab serta pembahasan-pembahasan yang lain yang berkenaan dengan bulan rajab.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw, sesungguhnya bersabda:

"Barang siapa yang menghidupkan malam pertama bulan Rajab, maka hati tidak mati pada waktu hati orang-orang mati, Allah akan melimpahkan kebaikan di atas kepalanya dengan sebanyak mungkin. dia keluar dari dosanya seperti ketika baru dilahirkan ibunya dan dia akan terima pemberian syafaatnya kepada tujuh puluh ribu orang yang memiliki kesalahan, yang berhak disiksa di neraka" (lubabul bab).

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad Saw. yang sesungguhnya bersabda yang artinya:

"Barangsiapa yang mengerjakan sholat sesudah sholat Maghrib pada suatu malam di bilan rojab sebanyak duaouluh rokaat, fengan membaca surat al-fatihah, al-ihlas pada setiao rokaat, dengan sepuluh kali salam, menjaganya dan mebjaga keluarganya dari bala' dunia ahirat" (zubdatul waizin)


Puasa di bulan rajab

Diriwayatkab dari Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda yang artinya:
"
Ketahuilah, sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah yang pekak, maka barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan itu karena beriman dan mencari pahala, maka pasti mendapatkan keridhaan yang besar dari Allah swt. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di bulan itu, maka dia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah yang tidak dapat dilukiskan oleh siapapun, baik manusia maupun penghuni langit. Barangsiapa yang berpuasa tiga hari maka dia diselamatkan dari bala dunia dan siksa akhirat, dari sakit gila, lepra, belang dan dari fitnah Dajjal. Barangsiapa berpuasa tujuh hari, maka pintu- pintu neraka tertutup baginya. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari, maka delapan buah pintu surga dibuka untuknya. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari, maka semua permintaannya kepada Allah akan dikabulkan. Barangsiapa yang berpuasa lima belas hari, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan mengganti kebaikan dengan kejahatannya. Dan barangsiapa yang berpuasa lebih dari lima belas hari, maka Allah akan menambah pahalanya".(zubdatul waizin)

Dari Nabi Muhammad Saw sesungguhnya beliau bersabda yang artinya:

"Pada malam Mi'raj aku telah melihat sungai yang airnya lebih manis daripada madu, lebih dingin daripada es, dan lebih harum daripada misik. Aku bertanya kepada Jibril: "untuk siapakah sungai ini?' Dia menjawab: "untuk orang yang membaca shalawat kepadamu pada bulan Rajab."

Al-Muqatil berkata: "Di belakang gunung Qaaf terdapat tanah lapang berwarna putih, debunya seperti perak, luasnya tujuh kali dunia ini dan penuh dengan malaikat, yang seandainya sebuah jarum jatuh, pasti mengenai mereka. Masing-masing malaikat memegang bendera yang bertuliskan 'Laa ilaahaa illallaahu Muhammadur Rasuulullaah Mereka berkumpul pada tiap-tiap malam Jum'at di bulan Rajab di sekeliling Gunung qaaf, berdoa untuk keselamatan umat Muhammad Saw.

"Ya Tuhan kami, kasihanilah umat Muhammad dan jangan Engkau menyiksa mereka."

Mereka memohonkan ampun dan berdoa sampai subuh tiba. Allah swt. berfirman:

"Hai malaikat-Ku, demi keagungan dan kemegahan-Ku, Aku benar- benar telah mengampuni mereka."(majalisul abror) terjemah durrotun nasihin hlm 147.

Monday, September 18, 2017

Keutamaan Membaca sholawat kepada Nabi Saw

Keutamaan Membaca sholawat kepada Nabi Saw, Baiklah kami lanjutkan materi sebelumnya dan kali ini sudah masuk pada bab  XI, dan untuk pembahasan pertama seperti biasa tentang keutamaan membaca sholawat nabi secara singkat dengan hadits-hadits yang lain.

Keutamaan membaca sholawat Nabi Saw

Dari abdurrohman bin 'auf dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda:
"Jibril datang kepadaku dan berkata: "Hai Muhammad, tidaklah seorang membaca shalawat kepadamu, kecuali tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya. Barang siapa yang didoakan malaikat, maka dia termasuk penghuni surga."

Dari Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda "Takbir pertama yang diikuti seorang mukmin bersama imam, itu lebih baik daripada seribu kali ibadah haji umrah, dia mendapat pahala seperti pahala orang yang bersedekah emas seberat Gunung uhud kepada orang- orang miskin, setiap rakaat ditulis sebagai ibadah satu tahun, Allah menetapkan untuknya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan, dan tidak akan keluar dari dunia (mati) sehingga dia melihatnya di surga serta masuk surga tanpa hisab." Durratun Nashihin 143

Para ulama berbeda pendapat mengenai batas takbir pertama. Sebagian mereka berpendapat: sampai imam selesai membaca Al-Fatihah. Sebagian lagi berpendapat: Sampai imam memulai bacaan Fatihah. Sedang kebanyakan ahli tafsir memilih pendapat pertama. (Majalisul anwar) Terjemah durratun nasihin 144.

Monday, August 7, 2017

Penjelasan ayat Quran surat Ali Imran 133

Penjelasan ayat QS. Ali Imran 133
Sebelum kita membaca bab-bab lain pada bab 11 ini maka perlu saya bagikan terlebih dahulu tentang penjelasan singkat dari ayar Quran Surat Ali Imran ayat 133 yaitu sebagai berikut:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (hal-hal yang mengharuskan diampuni), dan kepada surga, yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa".

Penjelasan Arti Kata Dalam Ayat

Kata "wa saari'uu" menurut Qira'ah orang-orang Madinah dan Syam, tanpa wawu, jadi dibaca pendek. Tetapi qira'ah yang lain dengan wawu.

Kata "ilaa maghfirotin mirrobbikum" yakni bersegeralah dan berlomba-lombalah pada amal-amal yang menyebabkan mendapatkan ampunan.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan, di antaranya:

1. Menurut Ibnu Abbas, yaitu Cepat-cepatlah kepada Islam. Riwayat lain dari Ibnu Abbas juga: Cepat-cepatlah kepada tobat. Durratun Nashihin 141.

2. Menurut Ikrimah dan Ali bin Abu Thalib: Cepat-cepatlah menunaikan semua kewajiban.
3. Abul Aliyah: Cepat-cepat lah kepada hijrah.
4. Menurut Adh-Dhahak: Cepat-cepatlah kepada jihad.
5. Menurut Muqatil: Cepat-cepatlah mengerjakan amal yang shalih.
6. Dan diriwayatkan dari Anas bin Malik: Amal itu adalah takbiratul ihram bersama imam.

Kata "wa jannatin 'ardluhassamaawaati wal ardl" yakni pada surga, yang lebarnya seperti lebar langit dan bumi, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Hadid, ayat 21 yang artinya:

"Dan surga yang lebarnya seperti lebar langit dan bumi." Yakni lebarnya. Disebutkan khusus lebarnya, untuk melebihkan (mubalaghah) betapa luasnya. Sebab panjang suatu benda biasanya lebih banyak daripada lebarnya surga, lalu berapa panjangnya? Semua ini hanya kiasan saja, dan bukan berarti bahwa surga itu hanya selebar langit dan bumi. Sebagaimana firman Allah Swt yang artinya:

"Merela kekal di dalamnya (surga) selama ada langit dan bumi" ini hanyalah menurut persangkaanmu saja, dan kalau tidak, maka keduanya langit dan bumi adalah makhluk yang musnah juga.

Anas bin malik pernah ditanya mengenai surga : "di langit ataukah di bumi?" Dia menjawab "bumi mana dan langit mana yang dapat memuat surga?" dia di tanya lagi : "lalu di mana surga itu?" di menjawab : " di atas langit tujuh di bawah arasy, sedang jahannam di bawah bumi tujuh. (al-ma'akim) Terjemah durrotun nasihin hlm 142

Friday, August 4, 2017

Bahaya orang yang tidak segera tobat

Bahaya orang yang tidak segera tobat
Baiklah pembahasan tobat terahir yaitu bahayanya jika tidak segera tobat atau dalam kata lain menunda-nunda untuk tobat. karena dalam hadits di sebutkan:
"Halakal musawwifuun" yang artinya: "Celakalah orang-orang yang suka menangguhkan tobat."

Bahaya menangguhkan tobat

Musawwif artinya orang yang menangguhkan, yaitu orang yang berkata: "Aku akan bertobat kelak," Dia adalah celaka, sebab dia seakan-akan menggantungkan urusannya pada kekekalan yang bukan dalam kekuasaannya. Sebab mungkin dia tidak kekal lagi (mati setelah berkata demikian), atau mungkin dia masih hidup, tetapi tidak mampu menghindari dosa pada hari ini, tidak mampu pula menghindarinya pada hari esok. Kelemahannya menghindari dosa sekarang ini tidak lain hanyalah karena dikuasai hawa nafsu. Hawa nafsu itu tidak akan membiarkan pada hari esoknya. Bahkan pengaruhnya berlipat ganda dan bertambah kokoh, karena sudah terbiasa. Jadi tidaklah hawa nafsu yang diteguhkan manusia dengan kebiasaannya itu sama dengan hawa nafsu yang tidak diteguhkan kedudukannya.

Perhatikanlah, wahai orang-orang yang selalu mengikuti majlis pengajian ilmu. Wahai orang-orang yang berhati bersih, jika Nabi Muhammad Saw. saja memohon ampun dan bertobat, padahal Allah telah mengampuni dosanya yang dahulu maupun yang kemudian, maka bagaimanakah orang yang tidak jelas keadaannya seperti kita, diampuni atau tidak? Tidakkah seharusnya bertobat kepada Allah Swt. dalam setiap waktu? Dan menjadikan lidahnya selalu sibuk dengan bacaan istighfar, selalu berdzikir kepada Tuhan Maha Raja, Yang Maha Pengampun dan yang menyelamatkan dari adzab neraka?( Majalisul Abrar)

Masih seputar hadits yang berkenaan dengan menyegerakam taubat yaitu berbunyi:

"apa bila Allah Swt. menghendaki baik hambaNya, Sia pasti akan menyegerakan (siksa) baginya di dunia. tetapi jika Dia menghendaki buruk pada hambaNya, dia pasti menangguhkan hukuman hamba itu sebab dosanya, sehingga akan di tepatinya di hari kiamat kelak. Pembahasan ini adalah pembahasan terahir pada bab 10, Nantikan pada bab 11 sekanjutnya. Durrotun nasihin hlm 140.

Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Keutamaan Memperbanyak Istighfar, Baiklah pemirsa blog terjemah durrotun nasihin, masih seputar Taubat kali ini tentang keutamaan memperbanyak taubat, Dalam hadis disebutkan:

"Barangsipa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dari segala macam kesulitan, kegembiraan dari segala macam kesusahan dan memberinya rezeki secara tidak terduga."

Dalam hadis lain tentang keutamaan bertaubat disebutkan: "Demi Allah, sesungguhnya aku ini memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali"

"Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku sendiri bertaubat kepadaNya dalam sehari seratus kali"

Dari hadits di atas coba kalian perhatikan, seorang nabi yang sudah di jamin masuk surga masih menyempatkan istighfar seratus kali dalam sehari, kalai kita? semoga setelah membaca hadits di atas kita bisa memgucapkan dzikir/taubat lebih banyak lagi dalam kesehatian kita. adalagi hadits berbunyi:

"Setiap anak cucu itu banyak berbuat kesalaham, sedang sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah orang-orang yang bertaubat"

Bisa kalian baca di kitab terjemah durrotun nasihin hlm 138-139.

Anjuran segera bertobat

Baiklah pemirsa pengunjung blog terjemah Durratun Nasihin kali ini kami akan membahas masih seputar tentang tobat yaitu dengan judul anjuran segera bertobat. dalam kitab terjemah Durratun Nasihin disebutkan Allah SWT berfirman dalam Alquran yang artinya :

"dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kamu beruntung Quran surat An Nur 31)

Seorang ahli hikmah berkata bahwa tobat seseorang dapat diketahui dengan 4 hal:

  1. Dia akan memelihara lidahnya dari ucapan yang tidak ada gunanya pergunjingan Adu Domba dan bohong
  2. Dia tidak memiliki rasa kedengkian dalam hatinya atau permusuhan kepada siapapun dari manusia kini
  3. memisahkan diri dari orang-orang jahat dan tidak berkawan dengan salah seorang dari mereka
  4. dia akan selalu bersiap diri menyambut kematian menyesali dosa dan memohon ampun dari dosa yang pernah dikerjakannya serta bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah SWT.


Dasar menyegerakan Taubat

Allah berfirman dalam ayat yang lain mengenai segera bertobat yang artinya "Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang Nasuha (Quran surat at-tahrim ayat 8 )

yakni benar di dalam tugasnya ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah bernasihat atau menginginkan baik karena Allah dalam tobat itu.

Umar bin al-khattab ditanya mengenai tobat nasuha Dia berkata "yaitu seseorang bertobat dari perbuatan jahat dan berjanji tidak akan mengulanginya untuk selama-lamanya"

diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA mengenai firman Allah SWT "Tuubuu ilallahu taubatan nasuha" yaitu bertobat yang bersungguh-sungguh dalam hati memohon ampun dengan lisan dan bermaksud tidak mengulanginya untuk selama-lamanya.

Sebagaimana diriwayatkan dari nabi Muhammad SAW. beliau bersabda yang artinya:

"Orang yang memohon ampun dengan lidahnya tetapi terus melakukan perbuatan dosa adalah seperti orang yang mengejek Tuhannya" (roudhotul ulama)

Dari Tsabit Al banani Dia berkata "iblis telah datang kepadaku dengan menangis ketika ayat Mulia ini turun" (tafsir Al lubab)

dari Abu Bakar Nabi Muhammad SAW. beliau bersabda yang artinya:

"Tetaplah membaca Laa ilaha illallah dan istighfar serta Perbanyaklah membaca keduanya karena iblis yang dilaknat Allah telah berkata aku binasakan manusia dengan dosa dan maksiat dan mereka membinasakan aku dengan bacaan Laailahaillallah dan istighfar, Setelah aku melihat itu aku binasakan mereka dengan ketenangan nafsu dan mereka tetap mengira bahwa mereka orang-orang mendapat petunjuk. (Durrun Mantsur).

Dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda yang artinya :
"iblis berkata Ya Tuhanku demi keagunganmu aku tidak henti-henti akan menyesatkan anak cucu Adam selagi nyawa mereka berada pada jasadnya. Allah SWT berfirman "demi keagungan Ku dan kemegahan Ku Hai hamba terkutuk Akupun tidak berhenti-henti akan mengampuni mereka selagi mereka mau beristighfar".

dari Atha' bin kholid Dia berkata "telah sampai kepadaku bahwa setelah ayat "waman yaaghfir dzunuba illallahu walam yusirru 'ala maa fa'aluu wahum ya'lamuun" ( tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Allah dan mereka tidak akan terus menerus dalam perbuatannya sedang mereka sama-sama mengetahui)

maka berteriaklah iblis yang terkutuk di tengah-tengah anak buahnya dan dia menaburkan debu pada kepalanya dan berteriak sehingga anak buahnya berdatangan dari darat dan lautan Mereka bertanya apa yang terjadi padamu wahai pemimpin kami dia menjawab ada sebuah ayat yang turun dalam kitab Allah SWT yang mengisyaratkan bahwa dosa bisa tidak lagi membahayakan seorang pun dari anak cucu Adam Mereka bertanya apa itu lalu iblis menceritakan pada mereka mereka berkata kita buka saja pintu-pintu kesenangan nafsu untuk mereka lalu mereka tidak akan bertobat dan tidak beristighfar mereka menyangka bahwa mereka berada pada kebenaran maka puaslah iblis dengan gagasan itu.

dari Anas bin Malik ra Dia berkata "aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda yang artinya :

"Allah SWT berfirman, Hai anak cucu Adam Sesungguhnya jika engkau masih mau berdoa kepadaKu dan mengharap Rahmat Ku, Aku akan mengampuni dosa yang telah kau lakukan dan aku telah peduli. Hai anak cucu Adam seandainya dosa-dosamu menumpuk setinggi langit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, Aku pasti akan mengampunimu dan Aku tidak peduli anak cucu adam seandainya engkau datang mengharap Aku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau bertemu Aku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan Aku tentu Aku datang kepadamu dengan memberi ampunan sepenuh bumi. (hadits riwayat Imam turmudzi). terjemah Durratun Nasihin halaman 138.